//
Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Mau Tau Rahasia Suskes Reuni, mari simak penjelasannya berikut ini.


Setelah bertahun-tahun tidak bertemu teman lama, perasaan rindu, senang, terharu berbaur di acara reuni sekolah atau komunitas. Selama itu banyak peristiwa yang dialami dan merubah seseorang, sehingga beberapa teman kita enggan hadir (meskipun sebenarnya bisa).
Tulisan ini mengungkap beberapa hal di balik layar dari sisi kepanitiaan sebuah reuni akbar sekolah agar bisa dihadiri banyak undangan dan meninggalkan kesan indah. Dibahas mulai awal pembentukan panitia inti, pendanaan, perlengkapan, acara, publikasi sampai ke hal-hal yang kecil lain. Ternyata dengan usaha dan dana minim, reuni bisa terlaksana sesuai tujuan.

1. PEMBENTUKAN PANITIA
Sebuah reuni akbar diawali dari pertemuan kecil dulu yang dihadiri beberapa orang. Setelah sepakat mengadakan reuni, maka dicari siapa ketuanya, seksi perlengkapan, acara, dana dll.
ü Pemilihan ketua reuni bisa menjadi acara tersendiri selain reuninya. Semua saling tunjuk dan menolak menjadi ketua panitia dengan alasan sibuk, tidak banyak teman dll.
ü  Berikut ini hal –hal yang perlu diperhatikan dalam kepanitiaan reuni:
ü  Kemungkinan yang menjadi ketua adalah yang mencetuskan ide itu sendiri, karena dia lebih bersemangat. Anda dan teman lainnya perlu mendukungnya dengan cara mengajukan diri untuk membantu teman anda sebagai seksi (misal) konsumsi    . Sehingga dia tidak merasa kesepian. Provokasi juga teman lain agar mendukungnya sebagai ketua panitia.
ü  Pemilihan ketua sebaiknya dibicarakan secara internal dan tidak melibatkan banyak teman lain, apalagi membicarakan secara terbuka di group facebook! Karena dukung mendukung kandidat bisa memperuncing perbedaan sehingga menimbulkan perpecahan.
ü  Jumlah panitia inti cukup 3 – 5 orang saja antara lain: ketua, koordinator acara, perlengkapan, perizinan. Urusan publikasi semua ikut terlibat dibawah pengawasan ketua. Jika terlalu banyak panitia akan sulit kumpul –kumpul rapat dan memutuskan sesuatu.
ü  Jika ingin meminta masukan teman-teman di facebook sebaiknya jangan kirimkan pesan umum atau forum diskusi. Coba minta pendapat teman-teman (yang kira-kira bisa aktif untuk membantu) secara pribadi tentang reuni yang diinginkan. Memang praktis melempar topik diskusi di forum grup yang bisa melihat semua orang tetapi bisa timbul perdebatan yang memusingkan. Akibatnya anggota grup ragu untuk hadir di reuni tersebut.
ü  Yang ingin penulis katakan adalah berikan anggota grup berupa kabar baik dan pasti saja. Segala perdebatan, perbedaan dan masalah –masalah biarlah panitia saja yang tahu.
ü  Sebagai ketua panitia, pribadi anda disorot dan dinilai oleh semua anggota. Oleh karena itu jaga ucapan, komentar, status di facebook, jangan melontarkan kata-kata kasar, emosional, merendahkan dll.

2. PENGUMPULAN DATA
Persiapan berikutnya adalah mengumpulkan data teman – teman lama di sekolah atau komunitas. Tahap ini cukup memakan waktu, tenaga, pikiran dan pulsa. Oleh karena itu pekerjaan ini perlu dibagi ke beberapa orang perwakilan kelas. Data yang penting adalah nama dan nomor hp atau e-mail. Ini adalah beberapa cara mendapatkan informasi tsb:
ü  Buku kenangan angkatan yang dibagikan saat perpisahan dulu. Siapa tahu teman anda masih menyimpan ‘harta karun’ tersebut. Semoga masih ada alamat dan nomor telepon rumah.
ü  Info di Facebook. Kadang seseorang mencantumkan nomor hpnya, kalo tidak ada bisa kirim pesan.
ü  Teman dari teman. Anda bisa tanyakan nomor hp teman dari teman dekat terlebih dahulu. Setelah dapat kemudian minta nomor hp dari teman yang lebih jauh dst. Sehingga mirip arisan berantai atau multilevel marketing.
ü  Google Search. Siapa tahu teman anda sering berkomentar di forum – forum seperti kaskus atau sering dibicarakan di dunia maya. Dengan search di google, teman anda bisa ditemukan keberadaannya. Kata kunci yang mungkin bisa dipakai misal “alumni smp 1 angkatan 1987” semoga data nama-nama di angkatan tersebut bisa terdeteksi.
ü  Arsip Sekolah. Anda bisa tanyakan ke perpustakan atau bagian pengarsipan di sekolah anda dulu. Tentu sekolah menyimpan arsipnya.
ü  Buku Telepon di kota sekolah anda. Jika sekolah anda berada di Bandung maka buku telepon yang diperlukan adalah di kota Bandung, kabupaten bandung dan Jakarta.

3. TEMPAT
Sekolah
Demi terciptanya nostalgia dan suasana kebersamaan, reuni bisa diadakan di sekolah kita dulu. Tempatnya bisa di lapangan olah raga atau aula. Masalah jika reuni diadakan di sekolah antara lain:
ü  Perizinan ke pihak sekolah bisa sulit karena ada kepentingan sosial dan bisnis, tidak seperti di cafe yang murni bisnis.
ü  Pada hari libur di sekolah biasa ada acara pramuka dan extra kurikuler lain yang menimbukan kebisingan, sehingga memecah konsentrasi acara reuni.
ü  Pengkondisian acara perlu lebih dikerahkan agar tercipta suasana aman dan bersih. Perlu tenaga ekstra untuk petugas kebersihan, keamanan dan tenaga kasar untuk mengangkut peralatan dll.
ü  Fasilitas pendukung yang kurang terawat seperti tempat sampah, meja, kursi dan sound system.

Cafe 
Di cafe / restoran panitia tidak perlu repot mengurusi perlengkapan seperti kursi, meja, tenda, sewa tempat, snackbox, satpam & kebersihan. Yang penting koordinasi sebelumnya dengan pengelola cafe. Selain kepraktisannya berikut ini adalah kekurangannya:
ü  Tidak ada Nostalgia ruang kelas, lapangan olah raga, aula, perpustakaan, wc dan tempat bersejarah lain di sekolah
ü  Mahal. Khusus untuk acara reuni, biasanya cafe membatasi menunya dan menaikkan harganya. Jika undangan datang bersama pasangan dan anak – anak bisa – bisa biaya di atas Rp.300.000 per keluarga.
ü  Kesenjangan sosial. Cafe termasuk dalam tempat kumpul para executive muda, gaul dan berkocek tebal. Jika siswa sekolah dulu kebanyakan berasal dari golongan kurang mampu, akan segan hadir di cafe tsb.
ü  Kurangnya kebersamaan. Meja dan kursi di cafe yang cenderung terkelompok-kelompok. Lain halnya jika hanya ada kursi tanpa meja, maka suasana lebih menyatu. Di cafe setiap orang akan memilih menu makan yang berbeda, dari situ sudah memperlihatkan perbedaan yang mencolok. Lain halnya jika setiap orang mendapatkan makanan yang sama seperti nasi bungkus dan snack box. atau snack box. Disini posisi kursi, meja dan panggung bisa diatur sesuai keinginan, beda dengan cafe yang banyak keterbatasan ruang.
Dari pertimbangan di atas, anda tentu bisa memilih tempat mana yang cocok untuk reuni anda bukan?

4. WAKTU
Berikut adalah tips memilih waktu yang tepat untuk reuni
ü  Persiapan bisa 6 bulan sejak pertemuan pertama. Kurang lebih perlu 2 bulan untuk mengumpulkan data, 2 bulan untuk menentukan waktu, acara, booking tempat dan perlengkapan. 2 bulan untuk mengumpulkan dana. Publikasi dimulai setelah waktu dan tempat sudah pasti.
ü  Biasanya hari yang baik untuk bisa berkumpul adalah hari sabtu atau minggu.
ü  Lebih baik pertemuan pagi dari jam 8.30 – 11.30 karena siang hari biasanya

Kompromi antara reuni di sekolah dan di cafe adalah di Aula / Hall hotel atau gedung pertemuan. Seperti halnya di cafe, panitia tidak perlu mengurus perlengkapan, namun tetap perlu menyiapkan makanan baik dari prasmanan

ada acara undangan pernikahan di tempat lain dan pada jam tersebut jarang hujan. Jika reuni diadakan malam hari, waktunya terbatas dan ngantuk.
ü  Berdekatan dengan hari besar, misal 15 agustus, 28 desember, 1 minggu setelah idul fitri / adha dll.
ü  Baik juga diadakan di awal bulan misal 2 mei. Karena selain bertepatan dengan hari pendidikan, juga baru terima gaji sehingga saat acara banyak yang mau nyumbang    .
ü  Rentang acara jangan terlalu panjang misal dari pukul 9 pagi sampai 5 sore.
ü  Bisa saja undangan datang semua tapi di jam yang berbeda sehingga tidak bertemu. Untuk yang sudah berkeluarga, anak banyak, pengusaha sibuk, dokter dll tidak bisa berjam-jam ngobrol. Oleh karena itu buat acara dengan rentang maksimal 3 jam saja, misal pukul 9 pagi sampai 12 siang. Setelah itu terserah, jika masih ingin kangen-kangenan bisa dilanjutkan sampai kapan saja. Itu sih sudah diluar tanggung jawab panitia.

5. PEMBIAYAAN
Sumber Dana
Untuk pembiayaan acara reuni bisa didapat dari:
1. Anggota.
Yang paling sederhana adalah mengumpulkan uang pendaftaran atau donasi / sumbangan seikhlasnya. Untuk itu panitia harus menyiapkan account bank untuk menerima transfer uang pendaftaran. Agar bisa mengakomodasi banyak anggota, buatlah account di bank dengan segment berbeda misal bca, mandiri, bni
Karena kas reuni berasal dari anggota untuk anggota, maka perlu ada laporan keuangan. Keuangan dilaporkan sebelum dan sesudah acara.
2. Sponsor.
Anggota bisa berpromosi usahanya. Bisa juga dari pihak ketiga
seperti perusahaan rokok, media massa, catering, percetakan, alat pesta dll. Sponsor bisa memberikan uang, diskon atau barter promosi. Untuk itu panitia harus menyiapkan proposalnya.
3. Penjualan asesoris.
Souvenir yang bisa dijual antara lain: kaos, topi, pin,
stiker dll. Penjualannya bisa dipesan terlebih dahulu atau pada saat acara.
Kelebihan dana bisa ditabung atau dihabiskan. Jika ditabung perlu orang yang dipercaya dan disetujui anggota. Pengelolaannyapun harus transparan dan laporan berkala. Jika dihabiskan, dana bisa disumbangkan ke sekolah, guru, anggota yang sedang sakit parah atau doorprize

Rincian Biaya
Untuk membuat reuni yang meriah tidak perlu mahal dan mewah, tidak percaya? Berikut ini contoh rincian biaya Reuni sekolah
ü  Undangan yang hadir (perkiraan) = 80. Setiap undangan dianggap membawa suami/istri. Sehingga diperkirakan maximal 160 orang.
ü  Acara : berlangsung sederhana berupa sambutan dan tukar cerita yang dipadu MC. Tidak ada makan besar, namun orang mendapat jatah 1 snackbox dan minuman ringan sepuasnya.
ü  Tempat: Di lapangan basket sekolah.
ü  Waktu : 8.30 – 11.30 WIB

Kebutuhan                              Biaya
1.   Kursi 160bh x Rp.2000   = Rp.320.000
2.   Tenda 100m2                 = Rp.700.000
3.   Meja 6 Bh                        = Rp.80.000
4.   Sound System                 = Rp.300.000
5.   Backdrop 5M                   = Rp.200.000
6.   Stand minuman ringan    = Rp.250.000
7.   160 Snackbox @8rb       = Rp.1.280.000
8.   Sewa Tempat                  = Rp.500.000
9.   Satpam & Kebersihan     = Rp.200.000
10. Publikasi (Pulsa)             = Rp.300.000
11. Biaya rapat                      = Rp.200.000
12. Lain – lain                        = Rp.300.000

Total                                     = Rp.4.360.000
(Murah bukan?)

Pembagian Keuntungan
Total biaya dibagi 80 undangan = Rp.54.500 / per undangan. Jika tiap undangan harus membayar Rp.100.000, maka panitia mendapat untung Rp.3.640.000!. Masuk akal bukan?
Sebelumnya perlua ada kesepakatan pembagian keuntungan. Urusan duit sedikit saja bisa memutuskan silaturahmi. Misal saldo reuni adalah 4 juta. Menurut kesepakatan Ketua panitia mendapat 40% berarti 4juta x 40%=1,6juta. Seksi bendahara, perlengkapan dan acara mendapat masing - masing 20% =
800ribu. Jerih payah anda selama berbulan-bulan bisa terbayar bukan?

Bagaimana jika reuni diadakan di Cafe? Panitia harus membuat kesepakatan dengan pihak cafe tentang bagi hasilnya. Yang jelas keuntungan panitia tidak sebesar jika acara diadakan di sekolah. Silakan hitung – hitung sendiri OK. Pembagian hasil.

6. CARA MENGUNDANG
Undangan secara massal biasanya berisi kata –kata seperti “ayo teman-teman hadirilah acara Reuni SMA X pada tanggal…di…” yang dikirim via grup facebook. Undangan tersebut cocok untuk menyebarkan isu awal / sounding. Jika anda sebarkan undangan dengan tulisan yang sama terus menerus bisa dianggap spam yang mengganggu.

Cara mengundang yang lebih ampuh gunakan cara personal / pribadi. Caranya dengan sms atau email yang isinya:
ü  Gunakan Nama. Sms ke teman dengan menyebutkan nama anda dan
teman yang diundang. Misal: “halo anton, saya winda. rencanax qt mau reuni sma X di..tgl..”. Jangan mengundang secara massal di sms OK.
ü  Libatkan pihak ketiga: Misal: “halo anton, saya winda. qt mau reuni sma X
di..tgl.. teman qt bayu & ita dll juga akan dtg”. Pihak ketiga disini adalah bayu
& ita yang semasa sma dulu berteman baik.
ü  Sms silang. Ulangi sms tersebut ke bayu & gita dengan menyebutkan bahwa anton akan hadir, padahal anda tahu anton belum konfirmasi akan hadir. Bohong sedikit demi kebaikan rasanya ok saja kan? Sehingga mereka merasa ada yang menemani saat reuni.
ü  Hobi & Kebiasaan. Bisa juga dengan menanyakan hobi dan kebiasaan teman kita, misal: “halo anton, saya winda. Masih suka balap motor nih? Btw qt mau reuni sma X di..tgl..”. Tentu saja yang anda tanyakan adalah hobi dan kebiasaan yang menyenangkan saja.
ü  Jangan gunakan bahasa gaul. Setelah bertahun-tahun anda tidak tahu perubahan teman anda bukan? Mungkin teman anda kini adalah pejabat, orang penting, selebritis atau mungkin stress, minder atau hal – hal yang tidak anda duga. Oleh karena itu gunakan bahasa yang halus jangan bahasa gaul dan kasar seperti “Halo bro, gue ngajak loe dtg ke tempat kongkow…”.
ü  Jangan mengancam. Misal “awas kalo ga dtg”, “kalo ga dtg nyesel seumur hidup!” atau “ga dateng ga kompak!”. Bisa-bisa anda dimusuhi karena mengancam.
ü  Setiap individu adalah penting. Tagline iklan sampurna hijau “ga ada loe ga rame” adalah contoh yang baik. Gunakan cara yang sama tetapi dengan kata dan kalimat yang berbeda misal: “ditunggu sekali kehadirannya”, “we miss you”, “temen2 ingin ketemu kamu lho” dll.
ü  Undangan offline. Selain via sms dan email, jauh lebih manjur lagi jika mengundang lewat surat seperti hanya undangan pernikahan. Karena selain lebih artistik juga berkesan formal, personal dan profesional. Undangan bisa diantar via pos, lebih baik lagi jika langsung diberikan oleh panitia agar acara terkesan sangat penting.
ü  Jika yang diundang tidak bisa hadir paling tidak memberikan donasi seikhlasnya untuk berpartisipasi di acara tersebut. Andapun harus memberikan sesuai (misal kaos, cd foto2 reuni dll) untuk teman yang tidak hadir tersebut.

7. ACARA
Acara reuni tidak serumit seminar dan pentas musik. Tidak perlu sound system ribuan watt, makanan mahal atau panggung mewah. Yang penting undangan bisa bertemu, ngobrol ngalor ngidul, ketawa ketiwi, foto-foto, beres! Agar tidak terkelompok-kelompok perlu seorang atau sepasang MC yang bisa mengarahkan suasana. Acara resmi tidak perlu panjang – panjang, karena otomatis peserta akan berkumpul dengan kelompoknya. Biasanya akan ada acara spontanitas diluar acara tersebut misal bernyanyi bersama, permainan, doorprize, foto - foto dan acara kreatif lainnya.

Berikut contoh acara Reuni yang sederhana:
08.00   Pendaftaran & Pembagian Snack Box
08:30   Pembukaan oleh MC
08:40   Sambutan Ketua Panitia + Doa
08:50   Sambutan sesepuh (ex. Osis, ex. Ketua kelas)
09:00   Tukar cerita masa lalu dipandu MC
11:00   Penutupan oleh MC + Doa
11:10   Pengisian formulir Database berisi nama, alamat, nomor hp, email dll.
11:20   Bebas (Foto – Foto, Ramah Tamah)

Tukar Cerita
Jika ada acara tukar cerita atau pengalaman, jangan menonjolkan keberhasilan dan kesuksesan anda. Cerita sukses baiknya diceritakan awal. Selanjutnya ceritakan kegagalan anda seperti di-phk, putus pacar, bangkrut dll. Cerita tentang kegagalan sangat disukai bukan? Teman anda mungkin tertawa terbahak-bahak, karena kebodohan anda. Namun teman lain akan lebih bersemangat menceritakan kegagalannya. Dan suasana akan menjadi ceria, terbuka dan tidak ‘jaim’.

Utama Tapi Terlupakan
Apakah acara utama tapi sering terlewatkan? Ya jawabnya adalah Shalat! Ngobrol ngalor ngiodul, ketawa ketiwi bisa sampai melupakan waktu shalat. Alangkah baiknya bila panitia memberitahukan bahwa waktu shalat telah tiba dan dimana letak mushola/masjid terdekat. Lebih baik lagi jika diadakan shalat berjamaah seluruh undangan (yang muslim)

Keikutsertaan Keluarga
Apakah undangan bisa membawa keluarga anak dan istri/suami? Beberapa pertimbangan jika membawa keluarga ke reuni:
ü  Keluarga akan bosan dan mengajak pulang karena tidak ada yang kenal selain anda.
ü  Aib anda saat sekolah dulu bisa terbongkar. Misal dulu anda adalah playboy, pengedar obat terlarang atau juara pertama dari belakang.
ü  Niat anda membawa keluarga bisa jadi ajang pamer istri yang cantik, suami yang kaya, anak – anak yang lucu dan keluarga yang harmonis. Teman yang belum punya pasangan hidup bisa minder dan malu dihadapan anda.
ü  Teman anda akan canggung jika berada dekat istri/suami anda, sehingga obrolan tidak sebebas dahulu saat masih sendiri.
ü  Yang untung jika kelurga ikut hadir adalah anda sendiri karena ada teman.
ü  Selain itu adalah pihak pengelola tempat reuni (misal cafe) karena akan banyak makanan yang dipesan

Hadiah
Jika ada dana lebih bisa disumbangkan ke pihak sekolah atau wali kelas atau guru yang masih hidup. Berikut ini adalah bentuk sumbangan yang bisa diberikan:
ü  Fasilitas & peralatan untuk sekolah, misal: Sound system, TOA, komputer, papan nama dll. Untuk penanda perlu ditambah tulisan permanen misal “sumbangan alumni smp x angkatan xx”
ü  Foto dengan Figura untuk sekolah. Foto reuni ukuran besar jika ditempel di ruang guru, aula atau Balai Penyuluhan bisa memotivasi siswa saat itu agar bisa sesukses alumninya. Suatu kebanggaan bila foto angkatan tersebut bisa terpampang selama bertahun-tahun di sekolah.
ü  Piagam Penghargaan untuk guru. Jika guru atau wali kelas masih hidup, bisa diberikan piagam penghargaan sebagai tanda mata. Selain itu dapat disisipkan sejumlah uang untuk kesejahteraannya. Terlalu vulgar jika kita berikan uang saja dengan jumlah besar saja.
ü  Emas. Jika tidak akan memberikan uang kepada gutu, gunakan saja perhiasan emas sebagai tanda mata. Selain indah, juga mudah untuk diuangkan.
ü  Uang bisa diberikan ke guru jika beliau sedang dirawat di rumah sakit atau dalam kondisi hidup yang kurang layak.
ü  Penayangan foto – foto jadul via infokus atau buku album, diiringi lagu-lagu yang populer saat itu.
ü  Saat acara berakhir panitia sebaiknya mengumpulkan foto – foto dari undangan yang membawa foto digital. Oleh karena itu sebaiknya disiapkan laptop dengan card reader. Akan sulit dan lama untuk mendapatkan data foto –foto setelah reuni.
ü  Upload ke facebook secara berkala, jangan sekaligus. Misal 1 hari setelah reuni upload 3 foto. hari ke-2 upload 3 foto lagi dst sampai hari ke 40 (seperti tahlilan ya?    ). Dengan mencicil 3 foto perhari maka sebuah foto akan banyak tag dan komentar.
ü  Foto – foto reuni dan foto jadul yang dikemas dalam sebuah DVD bisa ditawarkan dengan harga misal Rp.50rb termasuk ongkos kirim. Dengan modal DVD 5rb plus ongkos kirim 20rb bisa untung 25rb. DVD tersebut bisa ditawarkan di akhir acara atau nanti di grup facebook. DVD koleksi foto –foto tersebut bisa diberikan untuk teman – teman yang tidak datang tetapi telah membayar.

8. WHAT'S NEXT ?
Setelah puas melepas rindu akhirnya tiba saat untuk berpisah. Berikut ini agar tetap terjalin hubungan:
ü  Pemilihan Ketua Alumni Angkatan. Saat reuni bisa diadakan pemilihan ketua sehingga untuk reuni selanjutnya lebih terorganisir.
ü  Publikasi Database via email. Database yang ada bisa dibagikan secara internal ke semua anggota.
ü  Update Info di Grup facebook. Berita suka dan duka bisa ditulis di dinding atau pesan grup. Bisa juga untuk mempromosikan bisnis & peluang kerja.
ü  Penggalangan dana untuk anggota yang sedang tertimpa musibah
ü  Kunjungan keluarga ke anggota yang belum bisa hadir.
ü  Ucapan Selamat pada event khusus seperti Tahun Baru, Natal, Idul Fitri dll.

Demikian sedikit ‘rahasia’ dibalik suksesnya acara reuni. Semoga ada manfaatnya. Segala kekurangan di tulisan ini karena keterbatasan pengetahuan penulis. Silakan kembangkan lebih kreatif lagi Ok!

Referensi

Cara agar kamu dapat selalu berpikir positif dalam keadaan apapun


Berpikir positif memang tidak menjamin keadaan akan berubah menjadi lebih baik, namun coba pertimbangkan bagaimana dengan kebalikannya (berpikir negatif)?

“Ngomong doang mah gampang, coba nanti kalau lagi susah-susahnya, masih bisa ga positive thinking seperti sekarang?”. Ya walaupun lebih sulit tetapi pasti bisa. Mengapa?

Karena manusia bisa menemukan alasan/logika dalam hal apapun. Apapun keadaannya, bagaimanapun situasinya, kita selalu bisa menemukan jalan, hanya saja manusia itu lemah dalam berusaha (malas berpikir dan bekerja), sehingga kita cenderung lebih suka larut dalam perasaan dan emosi. Kita sangat menyukai pilihan-pilihan mudah seolah jalan sudah disediakan dan kita hanya tinggal melangkah, namun realita tidak seperti itu, seringkali inilah yang menyebabkan akhirnya kita berpikir negatif dan pesimis dengan keadaan karena kenyataannya idealisme yang kita bayangkan sejak awal itu tidak pernah ada.

Sesuatu yang diulang-ulang terus biasanya lebih mudah diterima sebagai kenyataan terlepas dari benar atau tidaknya hal tersebut, itulah sebab kita suka mendengar quotes-quotes idealis yang “seolah benar” hanya karena enak didengar dan sering dibawakan berulang-ulang.

Idealisme inilah yang biasanya menjadi awal dari semua perasaan dan pemikiran negatif, karena begitu kita sadar bahwa semua itu hanyalah “ilusi”, kita mulai meragukan dunia dan dengannya menjadi orang pesimis sehingga terus-terusan berpikir negatif (seperti: hidup ga semudah omongan Mario Teguh).

Berpikir analitis/skeptis memang melelahkan (dan kurang menyenangkan) tetapi itu adalah cara terbaik untuk menemukan solusi dari segala permasalahan Kamu, membedakan antara kebenaran dan kebohongan, membedakan antara ilusi dan realita, dan tentunya membuat Kamu lebih optimis menerima keadaan dan menghadapi realita yang ada.


Jadi bagaimana caranya agar kita selalu dapat berpikir positif apapun keadaannya?

Cukup pahami dengan baik 2 hal simpel berikut:
1.  Jangan berpikir berlebihan
2.  Otak Kamu bisa menemukan jawaban apapun

Yang pertama adalah berhenti menghabiskan banyak waktu dikepala Kamu, jangan banyak berpikir, stress, ragu-ragu, khawatir, overthinking, apapun itu.

Otak adalah senjata terkuat manusia, namun terkadang otak juga bisa menjadi bumerang yang mematikan.

Mulailah berpikir realistis dan gunakan otak Kamu untuk mencari jalan keluar yang praktikal.

Langkah pertama untuk menghilangkan stress dan pikiran negatif adalah dengan berhenti berpikir sejenak, rilekslah, kosongkan pikiran dan mulai isi kembali dengan fokus pada mencari jalan keluar yang paling masuk akal dari keadaan yang sudah ada.

Kamu memiliki kekuatan untuk menentukan isi pikiran Kamu, karena itu jangan isi pikiran Kamu dengan hal-hal bodoh (it’s your choice), ingat bahwa walaupun ini tidak menjamin keselamatan/jalan keluar dari permasalahan setidaknya hal ini tidak akan memperburuk kondisi pikiran Kamu.

“Teori sih gampang, gimana kalau saya sudah berpikir positif namun masalah/keadaan tidak kunjung membaik, saya tetap stuck dalam masalah dan bahkan semakin bingung harus melakukan apa?”.

Itulah sebab Kamu harus memahami dengan baik poin no. 2 yaitu otak Kamu bisa menemukan jawaban APAPUN.

Berpikirlah untuk menyelesaikan masalah yang ada. Ingat bahwa masalah itu hanyalah pertanyaan yang belum terjawab, anggaplah masalah itu “pertanyaan” dan segera cari jawabannya. (faktanya sebagian besar dari kita sudah menemukan jawabannya)

Jika Kamu sudah tahu jawabannya, berhenti berpikir dan segera bertindak, terkadang orang yang kebanyakan berpikir justru malah kurang bertindak karena pemikirannya sendiri.

Cobalah Kamu mampir ke forum dan curhat tentang masalah yang Kamu hadapi, pasti beberapa orang dengan pintarnya akan memberikan jawaban, apa artinya? Ya kita semua sangat pintar menemukan jawaban dari semua permasalahan yang ada, namun masalah sebenarnya ada pada prakteknya dimana kita malas bertindak dan terus menyalahkan keadaan.

Bayangkan kalau ada orang datang kepada Kamu dan bertanya mengenai masalah mereka, saya yakin Kamu juga pasti bisa memberi nasihat bijak dan jawaban yang “praktikal” sebagai jalan keluarnya. Mengapa tidak coba gunakan itu untuk diri Kamu sendiri?

Jika Kamu bertanya pada otak Kamu sendiri, sesulit apapun pertanyaannya maka otak akan selalu berusaha menjawab dan perlahan-lahan mencari jawabannya. Jadi masalah berpikir positif dan negatif hanyalah masalah pertanyaan.

Apakah Kamu sering mempertanyakan hal-hal bodoh dikepala Kamu seperti:
  • Mengapa saya jelek?
  • Kenapa saya tidak bisa sukses?
  • Mengapa saya harus lahir dikeluarga atau keadaan yang seperti ini?
  • Kenapa dia ga mau sama gw?
  • Kenapa gw ga ada bagus-bagusnya?

That’s your problem. Masalahnya ada pada pemikiran dan cara Kamu menggunakan otak Kamu sendiri. Coba ganti pertanyaan Kamu dengan pertanyaan yang lebih baik seperti:
  • Bagaimana saya bisa meningkatkan sales/penjualan menjadi 3x lipat?
  • Bagaimana caranya menjadi programmer yang sukses?
  • Bagaiamana supaya bisnis saya semakin berkembang?
  • Gimana ya supaya si dia tau keberadaan gw?
  • Apa yang bisa gw kerjain dengan modal yang gw punya sekarang?

Ingat bahwa otak akan selalu mencari jawaban, bayangkan kalau Kamu bertanya “kenapa saya gagal?”, maka pasti otak Kamu akan menjawab karena Kamu malas/bodoh/tidak kompeten/kurang beruntung dan sebagainya. Jika diteruskan maka otak Kamu sendiri akan membuat Kamu semakin depresi.

Kabar baiknya adalah Kamu memiliki “kendali” untuk menentukan apa yang ingin Kamu pikirkan dalam otak Kamu, jadi tanyalah pertanyaan yang lebih baik dikepala Kamu, Kamu akan terkejut betapa banyaknya kesempatan, pilihan, jawaban, dan solusi yang akan Kamu temukan.

"Change your mind to change your life" 


Peran pemuda dalam memajukan Negara (Kilas Balik)


Pemuda merupakan pilar utama untuk perubahan suatu bangsa dan Negara. Mereka kebanyakan berusia 18-25 tahun usia ideal dimana semangat yang masih sangat membara untuk mencari jati diri yang sesungguhnya.

“Beri aku seribu orang tua aku ku cabut Semeru dari akarnya. Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncang dunia.” Begitu suatu kali Presiden Ir.Soekarno berkata pada pidatonya tanggal 28 Oktober 1928 dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda.

Antara Cara Dan Tujuan


Beberapa tahun lalu, tepatnya tahun 2006, saya bertemu dengan mindoan (dua pupu) saya yang sudah lama tidak bertemu. Dik Mulyotanoyo satu tahun di bawah saya, dulu pernah kost di rumah saya saat sekolah STM, sedang saya di SMA. Tahun 1973 saya kuliah lebih dulu dan tahun berikutnya beliau lulus dan kabarnya bekerja di pabrik gula di Sulawesi Selatan, yaitu di Takalar. Kami tidak pernah bertemu sampai malam itu, ketika sama sama melayat ke Pejarakan Probolinggo, di rumah bude yang meninggal. Sekarang beliau ada di grup WA BTD dan di grup CAA 1.

Kami ngobrol, beliau ceritera setelah pensiun dini tahun 2001, membeli truk dan menjalankan profesi sebagai sopir truk. Sambil menjalankan truk, beliau mencoba bisnis ini, bisnis itu tetapi gagal semua. Saya tidak begitu memperhatikan bisnis apa saja karena bagi saya itu tidak penting. Bisnis itu hanya cara mencapai tujuan. Sejak tadi tujuannya belum disampaikan, jadi saya stop pembicaraannya dan saya katakan (dalam bahasa jawa, tetapi saya Indonesiakan) :”Stop . . . stop. .  sejak tadi dik Mul cerita apa yang  dikerjakan,  melakukan  ini  dan  itu.  Sebenarnya  dik  Mul  ingin memiliki penghasilan berapa?. Kalau dik Mul fokus ke kerjanya, maka hanya  kerjanya  yang  didapat,  bukan  uangnya.  Kalau  ingin  dapat uangnya,   ya   fokus   pada   hasilnya.   Sebenarnya   ingin   mendapat penghasilan berapa ?”. Beliau terdiam mendengar pertanyaan saya itu, mungkin hal seperti ini belum pernah dialami. Akhirnya setelah menghela nafas panjang, keluar lah jawabannya :Kalau saya sih, sebagai sopir truk dapat 5 juta sebulan sudah sangat bersyukur”. Oo begitu ? kok nggak 10 juta ?. Kemudian beliau mengatakan :Kalau 10 ya lebih senang”. Saya mengangguk angguk dan menulis angka 10 juta sebulan. Kemudian saya tanyakan :Dik Mul, enak mana dapat 10 juta dengan 20 juta ?”. Beliau


mengatakan :Apa bisa ?, saya katakan bahwa Bill Gate dapat 20 juta itu hanya beberapa detik, masa sebulan segitu nggak bisa dapat ?. Beliau masih berargumen lagi :Bagaimana caranya sopir truk dapat 20 juta sebulan ?”. Saya katakan bahwa kalau sopir truk dapat 20 juta sebulan ya akan mati, mau kerja berapa jam?. Beliau menanyakan kerja apa bisa mendapat 20 juta?. Saya jawab tidak tahu, itu terserah yang diatas. Kita hanya bisa menentukan apa yang diinginkan, yaitu penghasilan 20 juta. Caranya bukan tugas kita untuk menemukan karena pasti nggak ketemu.

Setelah  berdebat  cukup  lama,  akhirnya  beliau  menyerah  dan  mau mendapat penghasilan 20 juta sebulan. Saya minta beliau membuat keputusan   untuk   memiliki   penghasilan   20   juta   sebulan.   Beliau mengiyakan, dan saya tulis di kertas, 20 juta/bulan.

Lama kami berpandangan, kemudian sambil tersenyum saya bertanya lagi
:Enak mana dik penghasilan 20 juta dengan 50 juta ?. Beliau tersinggung  dan  mulai  marah,  dikira  saya  mempermainkannya.  Tetapi
saya katakan bahwa saya serius. Kami kembali berdebat antara mungkin
dan   tidak   mungkin,   kerja   apa   dan   sebagainya.   Akhirnya   beliau menyepakati untuk memutuskan memiliki penghasilan 50 juta sebulan.
Saya minta beliau menuliskan angka Rp. 50.000.000,-, di bawahnya nama
beliau, kemudian ditempelkan di dinding samping tempat tidur. Setiap malam supaya dilihat, dirasakan senangnya mendapat penghasilan sekian dan bayangkan apa yang bisa dilakukan dengan penghasilan sekian. Rasakan saja senangnya, jangan kemrungsung (ingin segera mendapat) dan mencari-cari bagaimana caranya.

Banyak orang yang salah menerapkan metode ini dengan berpikir terus mana ?? mana ?? kapan ?? kapan ??. Bukannya mendapat penghasilan besar, mereka malah mempunyai hutang besar. Sekali lagi rasakan saja senangnya, jangan terburu dan bertanya tanya bagaimana caranya atau mempertanyakan bisa apa tidak ?. Yakin dan pasrah. Hanya itu !!

Terakhir, beliau setengah saya paksa untuk hadir di Leadership Seminar. Saya tega menjual tiket 600 ribu kepada beliau untuk melihat dunia lain”, dunia yang sayapun dulu tidak membayangkan itu ada. Karena tanpa itu, percuma saja kita bicara berjam jam. Beliaupun hadir meskipun katanya harus nunut kendaraan dari Lumajang ke Surabaya.

Kehidupan terbuka selapis demi selapis. Sekarang beliau sudah memiliki beberapa pabrik dupa yang dikirim ke Bali, beberapa kendaraan niaga maupun pribadi. Beliau bisa meluangkan waktu dan uang untuk umrah, menyalurkan hobbynya traveling naik motor dengan teman temannya. Yang selalu beliau ingat adalah kata kata saya :Kalau dik Mul fokus ke


pekerjaan, maka yang didapat adalah pekerjaan. Kalau ingin hasilnya,
fokus ke berapa penghasilan yang ingin diperoleh”


Jika melihat gambar slide diatas, sebagian besar kita terjebak di pekerjaan, bukan hasil. Kolom sebelah kanan yaitu hasil tidak pernah ditunjukkan kepada kita. Orang tua kita tidak berani, guru kita juga sama saja, semua hanya menunjukkan kita ke kolom tengah. Setiap kali kita ditanya kalau besar  besok jadi  apa, jawaban  yang diharapkan  adalah  kolom tengah. Seolah olah dengan menjadi dokter, guru, dosen, bupati, polisi, tentara, semua masalah sudah selesai. Padahal masalahnya baru dimulai. Pikiran sadarnya menginginkan yang sebelah kanan, bawah sadarnya menginginkan yang tengah. Disanalah pertarungan seumur hidup  yang terjadi pada kebanyakan orang. Mereka bekerja keras mencari uang, kemudian  membuangnya  untuk  kenikmatan,  kemudian  bekerja  keras untuk mendapat lebih banyak dan membuang lagi lebih banyak. Mereka terjebak kepada ilusi bahwa kalau memiliki barang barang mewah seperti rumah, mobil, baju bagus, tas bagus, mereka akan lebih bahagia. Padahal sama sekali tidak. Bawah sadat kita yang menjebak kita pada kehidupan yang disebut hedonic treadmill. Demi apa ? Demi tujuan tunggal pikiran bawah  sadar  sebagian  besar  orang,  yaitu  membuat  tuannya  terus bekerja keras mencari nafkah. Karena memang itulah yang dimasukkan ke kepala kita saat kita kecil. Bekerja itu bagus, menganggur itu jelek.

Banyak orang  yang akhirnya  hanya  berputar  putar saja di  dua  kolom proses. Belajar kemudian bekerja, merasa ada yang kurang, belajar lagi, mengambil S2, atau S3, atau informal ikut kursus. Setelah itu bekerja lagi, kemudian belajar lagi, dan bekerja lagi, dan belajar lagi dan bekerja lagi dan belajar lagi. Coba Anda lihat ada berapa banyak sertifikat di almari besi anda ?. Apalagi yang bekerja di bidang kedokteran, keperawatan, atau pendidikan. Sistem memaksa kita untuk belajar lagi dan belajar lagi. Padahal tujuan kita sebenarnya adalah ke kolom hasil di paling kanan. Tetapi seperti ada tembok tebal yang tidak bisa kita tembus.

Kalau saja sejak kecil kita sudah dibiasakan untuk berpikir hasil, bukan kerja, maka langitlah batasnya. Apalagi kalau itu dilakukan sejak balita, maka anak itu akan aman karena pikiran bawah sadarnya akan menuntunnya sendiri menuju hasil. Sejak awal pikiran bawah sadarnya bekerja untuk mencapai penghasilan yang besar. Jalan kesana akan dibuka lebar. Pekerjaan atau cara bukan lagi menjadi prioritas, hasil yang menjadi tujuan. Sekolah dan bekerja bukan lagi menjadi tujuan seperti sekarang ini,  tetapi  menjadi  alat  atau  cara.  Tentu  saja  bawah  sadar  kita  akan


memilihkan  alat  atau  cara  yang  tepat  untuk  mencapai  hasil/tujuan. Caranya pasti mengikuti hukum hukum alam dan spiritualitas karena dikendalikan pikiran bawah sadar. Bukan dikendalikan pikiran sadar.

Saya dulu mengalami itu, yaitu FOKUS PADA CARA, bukan pada hasil. Selama bertahun tahun setelah membaca buku Cashflow Quadrant dan Rich Dad Poor Dad karangan Robert T Kiyosaki, saya tidak melakukan hal yang benar, karena cara yang ditunjukkan tidak cocok untuk saya. Saya  mencari  jalan  lain  mendapatkan  penghasilan  pasif  seperti  main saham, valas, investasi macam macam dan semuanya gagal.  Sekarang saya baru tahu bahwa pola pikir saya belum siap untuk main di kuadran kanan. Apalagi kalau tujuannya untuk mendapatkan hasil yang besar.

Ini mirip dengan pensiunan direktur perusahaan besar. Perusahaannya memang perusahaan kuadran kanan, tetapi di perusahaan itu, hanya satu orang  yang  pola  pikirnya  sudah  di  kuadran  kanan  yaitu  pemiliknya, karena  dia     yang  membangun  sistem.  Sedang  sang  direktur  hanya pelaksana sistem (kuadran kiri). Setelah pensiun kemudian mencoba berbisnis dengan cara kuadran kanan (bekerjasama dengan orang lain), sebagian besar akan bangkrut. Itu sebuah keniscayaan karena dia bermain bukan di wilayah nya. Bahkan Tanri Abeng yang dikenal sebagai manajer
1 milyar tidak bisa membuat usaha sendiri. Beliau pernah mengatakan itu
sebagai kutukan orang tua, yaitu selalu gagal membangun bisnis sendiri.

Setelah belajar sehari di Sirnagalih (materialisasi), sayapun tahu bahwa hasil  yang  lebih  penting,  bukan  cara.  Pak  Haris  Suhyar  mengatakan bahwa kita bisa meminta apa saja yang belum ada di dunia. Asal kita bisa memikirkannya, Tuhan sudah punya. Apapun yang ada di dunia sekarang ini, tadinya tidak ada, sampai ada orang yang memikirkannya, maka terwujudlah benda itu. Sebut saja sendok, garpu, sisir, ballpoint, potlot, kursi, meja, handphone, mobil, becak, motor semuanya tadinya tidak ada, sampai ada orang yang memikirkannya dan fokus kepadanya. Jadi fokus saja pada hasil yang ingin dicapai, biarlah Tuhan yang nanti mencarikan caranya.  Kalau  kita  yang  memikirkan  caranya,  otak  kita  tidak  akan sampai. Bahkan bisa bisa penuh siasat dan merugikan orang lain, karena pada dasarnya kita memang egois. Kita 10.000 kali lebih tertarik kepada diri kita dibanding tertarik kepada orang lain (e book Skill With People).

Kalau   Anda   menginginkan   penghasilan   pasif   100   juta   per   bulan, kemudian ngotot melakukan cara yang Anda kenal, maka bukan tidak mungkin Anda akan seperti pak Budi di CD CL 138 Pseudosuccess Syndrome (Johannes Simatupang). Pak Budi terpaksa meninggal karena ngotot pada cara yang dia inginkan, bukan yang Tuhan sudah carikan.


Penghasilan  pasif  100  juta  sebulan  hampir  pasti  tidak  pernah  ada  di pikiran sebagian besar dari Anda. Apalagi cara mendapatkan penghasilan sebesar itu, karena kalau tahu pasti sudah Anda lakukan. Kalau toh Anda pernah diajak orang melakukan cara yang benar menuju penghasilan pasif
100 juta itu, Anda pasti tidak tertarik, atau tertarik sebentar kemudian berhenti dengan berbagai alasan. Mulai tidak punya modal, tidak punya keahlian,   terlalu   tua,   gengsi   atau   apapun   tergantung   jalan   yang ditunjukkan. Itu bisa Anda baca di buku Zero Resistance Selling oleh Maxwell Maltz, pengarang Psycho Cybernetics Mutakhir (1960). Buku yang menjadi rujukan atau induk hampir semua buku pengembangan diri.

Maxwell Maltz mengisahkan seorang laki-laki yang sehari harinya bekerja dengan teratur, berangkat pagi dan pulang petang. Hidup nyaman dengan isteri dan anak, sudah merasa puas dengan kehidupannya. Tiba tiba di pangkuannya jatuh sebuah kaset (jaman itu belum ada CD) yang berisi ajakan sebuah bisnis masa depan, atau dia diajak ke sebuah pertemuan. Orang itu menjadi semangat, dan mulai menjalankan bisnis itu. Tetapi dari hari ke hari, bawah sadarnya terus memberontak, ada bisikan bisikan (dari amygdala) kamu tidak pantas melakukan itu, kamu tidak mungkin berhasil melakukan itu’, aneh aneh saja kau ini. Akhirnya dia akan berhenti melakukannya, menyerah karena pikiran bawah sadar 9x lebih kuat dari pikiran sadarnya.

Satu  satunya  cara  agar  Anda  bisa  melakukan  bisnis/investasi  yang memberi penghasilan pasif besar adalah dengan mengubah pola pikir di bawah sadar. Dari pola pikir bekerja (proses) menjadi hasil, dari pola pikir miskin  dan  tidak  punya  uang  menjadi  pola  pikir  kaya  dan  memiliki banyak uang. Itulah yang dilakukan dalam 3 tahap perubahan di grup Building The Dream dan Program Lanjutan ini. Soal apa bisnis atau investasinya nanti, terserah Mekanisme Sukses Otomatis Anda. Tidak ada seorangpun yang bisa mendikte atau mengaturnya. Anda hanya menyetel tujuannya, dan dia akan mencapainya seperti peluru kendali.

Bisnis atau pekerjaan Anda yang lama, hampir pasti bukan jalan menuju penghasilan pasif 100 juta sebulan. Bagaimana mungkin Anda semangat mengerjakan sesuatu yang belum ada di pikiran bawah sadar Anda ? Itu sebabnya saya selalu menolak ajakan beberapa teman untuk kerjasama di bisnis atau investasi yang dia ikuti. Karena bisnis / investasi itu sudah dia pilih saat dia masih belum memiliki pola pikir penghasilan pasif  atau memiliki plafon rejeki tinggi. Dan mereka sekarang semangat sekali mengerjakan bisnisnya. Anda tahu sendiri apa itu artinya ?. Saya tidak perlu melakukan analisa atau penelitian pada bisnis itu.


Di berbagai buku, hanya ada 4 jalan untuk menuju penghasilan pasif yang besar. Seperti yang tercantum di flow chard di bawah ini, yaitu investasi, konglomerasi atau korporasi, waralaba dan networking.



Inilah flowchard yang tahun 2000 saya tolak karena saya sudah berusia 46 tahun, tanpa modal dan keahlian bisnis, tetapi ingin bebas finansial dan waktu. Kalau Anda lihat flowchard itu, Anda tahu saya harus kemana. Sudah pasti saya tidak mau karena saya masih waras. Saat itu saya belum memiliki  program  bebas  finansial  dan  waktu  di  bawah  sadar.  Hanya berupa keinginan keinginan sambil lalu dan angan angan saja.

Dengan  memiliki  program  bawah  sadar  penghasilan  pasif  100  juta sebulan, bawah sadar Anda menjadi Mekanisme Sukses Otomatis (MSO). Hanya satu yang akan menghambatnya, yaitu ego Anda. Tetapi bahkan ego Andapun tidak bisa menyetopnya, hanya menghambat saja. Pada akhirnya nanti Anda akan dibawa ke jalan yang memang seharusnya ditempuh. Entah yang mana dari ke 4 cara itu, hanya bawah sadar Anda yang tahu. Mungkin seperti saya dulu, yaitu   jalan yang sekarang tidak Anda sukai. Semakin benci, semakin mudah dirubah menjadi cinta.

Anda beruntung, karena bawah sadar Anda tidak peduli dengan Anda. Dia hanya peduli dengan tujuan yang sudah ditanamkan, yaitu Anda memiliki penghasilan pasif 100 juta sebulan, 2 5 tahun dari sekarang. Itulah yang akan dia kejar, sampai Anda menghapus program itu dan menggantinya dengan program lain. Mungkin itu program miskin Anda yang lama.

  
Sigit dan Wati

 
//